Terlalu Sering Masturbasi Bisa Bikin Sperma Encer?

Jakarta, Secara medis, masturbasi dianggap cara paling sehat untuk dapat menyalurkan dorongan seksual seorang pria yang belum memiliki pasangan resmi. Namun banyak pria yang percaya bahwa terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan sperma encer. Benarkah demikian?

"Tidak ada kaitan antara masturbasi dan sperma encer. Secara kasat mata sperma encer tidak bisa jadi petunjuk jumlah spermatozoa (sel jantan), yang diperlukan untuk membuahi sel betina (ovum) agar terjadi kehamilan," jelas Dr. Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Jumat (30/12/2011).

Menurut Dr Andri, pada dasarnya sperma encer tidak dapat ditentukan secara kasat mata. Harus dipastikan dengan analisa laboratorium untuk menentukan:

1. Densitasnya (lebih dari 20.000/ml)
2. Motilitasnya (lebih dari 50 persen sel jantan masih gerak dalam 4 jam)
3. Sel jantan abnormal harus kurang dari 40 persen dan voluma cairan sperma lebih dari 2 ml tiap ejakulasi.

"Faktor-faktor tersebut adalah tolok ukur untuk menentukan kesuburan pria," tegas Dr. Andri.

Dr. Y Soni, Sp.U, spesialis bedah urologi dari RS PURI INDAH juga menjelaskan bahwa sperma encer hanya istilah awam. Pengertian dalam analisa sperma meliputi jumlah atau konsentrasi, gerakan dan bentuk. Kemungkinan yang dimaksud sperma encer adalah jumlah atau konsentrasi sperma dalam semen.

"Konsentrasi sperma dapat dipengaruhi oleh suhu testis, seperti celana ketat, bekerja di ruang panas atau mengalami kelainan varises skrotum (varikokel). Untuk itu hindari hal-hal di atas dan periksakan dengan ahli urologi untuk mengetahui penyebab pastinya," jelas Dr. Y Soni, Sp.U.

Sedangkan densitas sperma dapat dipengaruhi oleh:

1. Kadar hormon pria (testosteron),
2. Asupan makanan dan minuman yang bergizi seimbang
3. Kebugaran fisik dan adakah penyakit kronis seperti 'kencing manis'.

"Upaya pencegahan untuk terhindar dari ketidaksuburan antara lain jangan merokok, hindari asap rokok, latihan atau olahraga teratur, makanan yang bergizi seimbang, hindari stres dan bila mengalami stres kelola stres dengan cerdas," tutup Dr. Andri.
Source: www.detikhealth.com

2 komentar:

Rudiansyah Alam mengatakan...

test comment

Pak Sam mengatakan...

lemes juga...

Posting Komentar

 

Dokumentasi Blogging Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger